Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Istri TKI Meninggal, Suami Dapat Santunan Rp45juta
lokasi: Home / Berita / Worker / [sumber: Jakartapress.com]
Kamis, 29/07/2010 | 21:13 WIB
Istri TKI Meninggal, Suami Dapat Santunan Rp45juta

Jakarta - Kata orang, kalau  rejeki memang tak ke mana. Meski istri Miran, Halisah yang ditempatkan oleh PT Abdi Bela Persada sempat bekerja selama 28 hari sebagai Tenaga Kerja Indonesia Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Yordania, meninggal dunia pada September 2009. Klaim asuransinya ternyata masih bisa cair sebesar Rp45juta.

Halisah, TKI yang berasal di Kampung Pabuaran Rt02/01 Desa Waliwis, Kec Mekar Kabupaten,  Tangerang ini meninggal akibat terkena kelenjar gondok di rumah majikannya di Arab Saudi. Jenazahnya dikuburkan di Yordan bulan Sepember 2009 lalu.

“Saya bersyukur, masih bisa dibantu oleh pejabat di BNP2TKI untuk mengurus klaim asuransi santunan asuransi kematian istri saya, Halisah,” ujar Miran ketika menerima klaim asuransi dari Konsorsium Asuransi TKI Proteksi sebesar Rp45juta di BNP2TKI, Kamis (29/7).

Kedatangan Miran dan anaknya, Yusuf yang masih duduk di kelas 2 (dua) Sekolah Dasar di Tangerang ini untuk menerima klaim asuransi atas nama istrinya langsung dari BNP2TKI. Melalui kerja keras BNP2TKI, akhirnya dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengurus klaim asuransi satu persatu diupayakan bekerjasama dengan perusahaan yang menempatkan dan perwakilan Indonesia di Yordan.

Penyerahan asuransi dipimpin langsung oleh Direktur Perlindungan dan Advokasi Kawasan Timur Tengah, Afrika dan Eropa, Drs Saiful Idhom, MM didampingi Kasubdit     Kerjasama Perlindungan, Drs Ade Kusnadi, Staf PT Abdi Bela Persada, Kadir Baharun dan dari Asuransi Proteksi, Rusdiansyah.

Kepada Miran, Saiful Idhom mengatakan agar uang klaim asuransi ini disimpan di bank.  “Untuk kebutuhan putranya Yusuf, nanti bisa diambil dari bunga depositonya di bank,” imbuh Saiful seraya menambahkan konsorsium asuransi Proteksi selama ini dikenal juga proaktif dalam menguapayakan pencairan klaim asuransi TKI.

Yang paling utama, kata Saiful masa depan pendidikan Yusuf harus diperhatikan. Kalau bisa, pendidikannya diupayakan sampai ke jenjang tertinggi nantinya. Saiful berpesan agar uang itu jangan digunakan untuk kepentingan lain selain biaya pendidikan dan menafkahi putranya.

Soal lambannya penyeleaian klaim asuransi, Kadir dari PT Abdi mengatakan bahwa ini terkait dengan persyatan administrasi asuransi. Seperti diketahui, Halisah meninggal dan dikurburkan di Yordan. Keluarga yang ditinggalkan, tidak satupun memiliki dokumen yang diperlukan untuk mengurus klaim asuransi.

Menjawab pertanyaan bnp2tki.go,id, Miran mengatakan uang itu sebagian akan dikembangkan untuk usaha. Saat ini, Miran sehari-hari bekerja sebagai penambal ban di desanya. Selain menanggung Yusuf, Miran juga kini mempunyai 2 (dua) anak hasil perkawinannya dengan istrinya terdahulu. (zul)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: