Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Menteri ESDM Akui Ada Penurunan Kualitas Premium
lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 27/07/2010 | 23:45 WIB
Menteri ESDM Akui Ada Penurunan Kualitas Premium

Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahendy Saleh tak menampik jika ada kemungkinan penurunan kualitas premium produksi Pertamina. Namun kementerian ESDM belum memastikan apakah penurunan kualitas itu terjadi saat produksi di Pertamina, atau saat distribusi.

"Saya memang belum mendapat laporan lengkap. Tapi kemungkinan penurunan kualitas itu ada," kata Darwin, di Mataram, Selasa (27/7/2010), saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Menuju Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir.

Darwin mengatakan, Direktorat Jendral Minyak dan Gas Kementrian ESDM selama ini mengecek secara berkala kualtias premium pertamina yang dijual melalui SPBU dan juga mengecek sampling premium.

"Ada banyak hal yang mempengaruhi penurunan kualitas bensin itu. Yang jelas, kami tidak tinggal diam. Ini kan hal yang baru. Sudah dipelajari dan diamati, tapi laporan lengkapnya belum saya terima," ujarnya.

Kualitas premium Pertamina sebelumnya dikeluhkan, menyusul sejumlah mobil mengami kerusakan pompa bensin atau fuel pump karena menggunakan bahan bakar premium.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bahkan menduga adanya kesengajaan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) atau pihak tertentu untuk menurunkan kualitas premium agar orang beralih ke pertamax.

Tim Gabungan Periksa Kualitas Premium di Sejumlah SPBU
Tim gabungan yang berasal dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Direktorat Jenderal Migas, dan PT Pertamina (Persero) telah terjun ke sejumlah SPBU di Jabodetabek untuk memeriksa kualitas BBM. "Tim sudah berangkat dan sekarang tim dari BPH Migas, Pertamina dan Ditjen Migas sedang bekerja di lapangan," ujar anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo, Selasa (27/7).

Menurut Adi, pengujian kualitas BBM yang dijual di SPBU-SPBU tersebut dilakukan untuk membuktikan kebenaran tudingan mengenai penurunan kualitas BBM yang dijual oleh SPBU Pertamina. "Tim akan mengecek ke beberapa SPBU karena banyaknya laporan soal penurunan kualitas premium Pertamina. Apa memang benar sinyalemennya seperti itu?" paparnya.

Sayangnya, Adi enggan menyebutkan SPBU-SPBU mana saja yang akan diperiksa oleh tim pada hari ini. Namun, menurut dia, pengujian secara random sampling di sejumlah SPBU di Jabodetabek tersebut tidak hanya dilakukan pada hari ini. "Saya tidak hafal SPBU-SPBUnya. Pokoknya dilakukan secara random sampling di beberapa tempat. Itu bisa dilakukan beberapa kali dan tidak hanya hari ini," jelasnya.

Ia menambahkan, tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) BPH Migas sendiri telah memeriksa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Industri (SPBI) milik operator taksi Blue Bird kemarin. "Kemarin sudah ada yang ngecek ke sana. Tapi hasilnya masih belum diketahui," tambahnya. (*/dtc/dhi)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: