
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) tak terima hanya anggota Fraksi PAN (FPAN) DPR RI Ratu Munawaroh yang diganjar hukuman. PAN melihat banyak anggota DPR yang hobi titip absen dan hanya santai-santai saja. "Kenapa hanya Bu Ratu, padahal Bu Ratu ini tidak mau titip absen," ujar Sekretaris FPAN Viva Yoga Mauladi, Selasa (27/7/2010).
Yoga mengaku melihat banyak anggota DPR yang titip absen dan tidak ditindak Badan kehormatan (BK) DPR. Hal ini membuat seolah sedikit anggota yang membolos. "Banyak sekali anggota DPR yang setiap ada rapat Paripurna titip absen," papar Yoga.
Yoga berharap tatib DPR dilengkapi dengan aturan absensi. Dengan demikian pembolos yang sesungguhnya ketahuan. "Bagaimana memonitor anggota Dewan yang masuk terus keluar apakah itu dianggap hadir," terang Yoga.
Yoga menceritakan, ada sejumlah anggota DPR fraksi lain yang tak pernah nongol namun selalu penuh absensinya. Yoga kecewa karena Ratu yang baru berhalangan karena Pilkada justru dibesar-besarkan. "Apakah sudah diteliti anggota DPR yang tidak hadir di sidang pertama kedua dan ketiga, kalau ada jangan ditutupi," imbau Yoga.
Yoga berharap semua fraksi DPR terbuka dan mau bersama-sama membenahi absensi. "Kita akan membenahi Absensi tapi yang fair saja, jangan titip absen dianggap bukan pembolos," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ratu Munawaroh membolos 10 kali dalam masa sidang paripurna DPR periode 5 April 2010- 18 Juni 2010. PAN beralasan, kadernya itu aktif di pemilukada Jambi dan tengah merawat suaminya yang sakit.
"Ibu Ratu Munawaroh aktif di pemilukada Jambi. Dia juga mendampingi suaminya (mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin) yang sedang dalam perawatan dokter," kata Sekretaris Fraksi PAN DPR, Viva Yoga M, Selasa (27/7).
Dia menjamin dalam masa sidang yang akan datang, Ratu siap beraktivitas kembali. "Saya dengar kabar dalam persidangan mendatang akan aktif kembali," kata Viva.
Ketidakhadiran Ratu Munawaroh itu sudah dibahas di rapat pleno fraksi. "Ya Ibu Ratu siap aktif kembali, kondisi suaminya sudah pulih," tegas Viva.
Bagaimana dengan ancaman sanksi dari BK DPR yang akan memberhentikan anggota DPR yang rajin membolos? "Itu nanti akan dijelaskan kepada BK alasannya," jawab Viva.
Ratu Munawaroh dalam catatan Biro Sidang Setjen DPR tidak hadir selama 10 kali berturut-turut tanpa alasan jelas. Sesuai aturan BK, kalau 6 kali tidak hadir berturut-turut akan dipecat.
Ini Dia Daftar Anggota DPR Pembolos di Sidang Paripurna
Sudah bukan rahasia umum kalau sidang paripurna kerap kosong melompong. Banyak anggota DPR yang memilih absen alias beraktivitas di luar. Sejuta alasan diungkapkan mulai dari menemui konstituen hingga sakit.
Nah, siapa saja yang kerap bolos dalam sidang paripurna? Berikut nama-nama anggota DPR yang malas hadir, berdasarkan data Biro Persidangan Setjen DPR, Selasa (27/7/2010):
-Sidang II (4 Januari 2010 – 5 Maret 2010)
Fraksi Partai Demokrat (FPD): Gondo Radityo Gambiro (3 kali), Nurcahyo Anggoro Jati (3)
Fraksi Partai Golkar (FPG): Jeffrie Geovanie (6 kali)
Fraksi PDI Perjuangan: Nusyirwan Soejono (3 kali)
Fraksi PKS: Andi Rahmat (2 kali), Akbar Zulfikar (2 kali)
Fraksi PAN: M Ichlas el-Qudsi (2 kali), Hans Ali Syahputra Syah Pahan (2 kali)
Fraksi PPP: Ahmad Dese Sere (3 kali),
Fraksi PKB: Agus Sulistiyono (4 kali)
Fraksi Gerindra: Martin Hutabarat (2 kali), Widjono Hardjanto (2 kali),
Dhohir Farisi (2 kali)
Fraksi Hanura: Ferdinand Sampurna Jaya (3 kali), Akbar Faizal (3 kali),
-Sidang III (5 April 2010- 18 Juni 2010)
Fraksi Partai Demokrat (FPD): Nur Cahyo Anggorojati (5 kali)
Fraksi Partai Golkar: Agus Gumiwang Kartasasmita (4 kali), Ibnu Munzir Tanpa Keterangan (4 kali),
Fraksi PDI Perjuangan: Arif Wibowo (4 kali), Alexander Litay (4 kali),
Fraksi PKS: Andi Rahmat (1 kali), Ekky Awal Muharram (1 kali), Bukhori Yusuf (1 kali), Roihan Iskandar (1 kali)
Fraksi PAN: Ratu Munawaroh (10 kali)
Fraksi PPP: Irgan Choirul Mahfiz (3 kali), Amin Suparmin (3 kali),
Fraksi PKB: Abdul Kadir Karding (4 kali), Abdul Malik Haramain (4 kali)
Fraksi Gerindra: Desmond Djunaedi Mahesa (3 kali), Sumariyati Arjoso (3 kali),
Fraksi Hanura: Akbar Faizal (3 kali).
Absen Sidik Jari Tetap Jalan, Meski Ditolak Sebagian DPR
Pimpinan DPR benar-benar membuktikan ucapannya untuk mengatur anggota Dewan yang suka membolos. Usulan penggunaan pemindai sidik jari (finger print) pun secepatnya akan diberlakukan, meski banyak anggota DPR yang menoalknya. "Soal absensi akan segera dilaksanakan," kata Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (27/7/2010).
Marzuki menegaskan, sistem absensi baru ini akan diberlakukan untuk semua anggota Dewan tanpa terkecuali. "Tidak ada yang bisa menolak (finger print). Karena itu juga diatur dalam tata tertib dan kode etik yang saat ini sedang dibahas dalam BK (Badan Kehormatan-red)," jelas Ketua DPR.
Marzuki juga menegaskan, saat ini banyak yang berpendapat BK hanya bekerja karena ada pengaduan saja dari masyarakat. Padahal, menurutnya, jika BK mempunyai data dari biro persidangan, misalnya terkait anggota yang mangkir sidang, BK bisa memproses soal sanskinya.
"Masih ada silang pendapat yang mengatakan bahwa BK hanya bekerja karena ada laporan saja. Padahal dengan data biro persidangan saya rasa BK berhak menindaklanjuti. Maka itu kita serahkan ke BK," tandas mantan Sekjen Partai Demokrat ini. (*/dtc/jpc)


