
Jakarta – Anggota Tim Pengawas (Timwas) DPR RI terkait kasus Bank Century, Bambang Soesatyo menegaskan, tidak ada alasan untuk menutup kasus Bank Century. Menurutnya, pernyataan Ketua Komisi III DPR (Benny K Harman dari Partai Demokrat) untuk menutup kasus Bank Century karena tidak cukup bukti sangat tidak mendasar, adalah terkesan aneh dan lucu serta tidak rasional.
“Sebagai Ketua Komisi III, ia harus mengkopreksi pernyataannya tersebut. Anggota Fraksi Partai Democrat yang tergabung dalam Tim Pengawas (Timwas ) Century saja tidak meminta kasus tersebut ditutup. Di Komisi III pun tidak ada pembahasan mengenai kasus Bank Century,” tegas Bambang Soesatyo dalam rilisnya yang disampaikan ke reaksi jakartapress.com, Senin (26/7/2010).
“Kalau dikatakan bukti-bukti tidak cukup kuat, itu jelas tidak benar. Pansus Century DPR saja menemukan puluhan penyimpangan dalam kasus ini. Hasil audit investigasi BPK juga menemukan penyimpangan. Jadi, bagaimana bisa dikatakan bukti-bukti kasus Century tidak kuat?” tegas Bambang Soesatyo yang juga anggota Komisi III (Hukum) DPR.
“Saya melihat memang ada berbagai upaya sistematik untuk menutup kasus Bank Century. Bayangkan saja , sudah lebih empat bulan sejak hasil Pansus Century disahkan dalam hasil rapat paripurna DPR RI, belum ada satu pun mereka yang diindikasikan melakukan penyimpangan diperiksa oleh aparat hukum,” imbuh Anggota Tim 9 atau Inisiator Hak Angket Century DPR ini.
Bambang menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung maupun Kepolisian terkesan tidak serius untuk mengungkap kasus Century. “Tidak ada kemajuan sama sekali. Bahkan, mereka malah mengatakan masih belum menemukan cukup bukti,” ungkap vokalis DPR dari Fraksi Partai Golkar ini.
Ia pun menegaskan, Timwas Century akan terus bekerja maksimal untuk membongkar kasus tersebut. Karena Timwas bekerja di bawah Undang-Undang. “Kita akan mengadakan uji silang terhadap KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. Uji silang dilakukan untuk menguji data yang dimiliki Timwas dengan ketiga lembaga penegak hukum tersebut. Kita akan lihat siapa yang tidak serius mengusut kasus Century,” tandas aktivis KAHMI (Korps Alumni HMI) dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya ini.
Sebelumnya, anak buah SBY yang duduk menjadi Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman dari Fraksi Partai Demokrat ngotot ingin menutup kasus Century. "Harus ditutup, kasus itu harus segera di-close secara hukum. Kita minta supaya lembaga penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan mengumumkan kepada publik secara terbuka bahwa tidak ada unsur pidana korupsi, selesai. Jangan gantung terus kayak layang-layang nggak jelas," pinta Benny K Harman di Gedung DPR, Senin (26/7/2010). (ira)


