Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Pejabat Lapindo Berebut Kursi Bupati
lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]
Minggu, 25/07/2010 | 14:43 WIB
Pejabat Lapindo Berebut Kursi Bupati

Sidoarjo - Kasus lumpur Lapindo Sidoarjo belum terselesaikan dan masih menyusahkan warga yang menjadi korban semburan lumpur panas tersebut. Namun, sejumlah pejabat PT Lapindo Brantas Inc milik kerajaan bisnis Bakrie Group yang menyemburkan lumpur panas dan menenggelamkan rumah-rumah warga itu, justru melenggang ke arena pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (25/7).

Pasangan pertama, Yuniwati Teryana-Sarto (YS) yang diusung Partai Demokrat. Yuniwati adalah Vice President Lapindo Brantas Incorporation (LBI), sedangkan Sarto dikenal sebagai kontraktor lokal. Pasangan nomor urut dua, Emy Susanti-Khulaim Junaidi (Mikul), diusung PAN, Partai Gerindra, dan parpol non-parlemen. Emy adalah istri Bupati Sidoarjo Win Hendrarso yang sudah dua periode berkuasa dan segera lengser.

Untuk nomor urut tiga, Agung Subali-Samsul Wahid (Sahid) maju melalui jalur independen. Agung merupakan perwira polisi berpangkat ajun komisaris dengan jabatan terakhir Kepala Satuan Polisi Air Lamongan di Ditpol Air Polda Jatim. Adapun Samsul Wahid adalah pensiunan PNS Pemkab Sidoarjo.

Pasangan nomor empat adalah Saiful Ilah-MG Hadi Sujtipto (SUCI) yang dijagokan PKB, PKS, PDS, dan PPP. Saiful saat ini menjabat Wakil Bupati Sidoarjo sekaligus Ketua PKB Sidoarjo. Sementara itu, Sutjipto adalah birokrat. Jabatan terakhirnya adalah Asisten Tata Pemerintahan Pemkab Sidoarjo.

Pasangan nomor urut lima, Bambang Prasetyo Widodo-Khoirul Huda (BPW-Huda). Wiwid, panggilan akrab Bambang, menjabat sebagai Direktur PT Minarak Lapindo Jaya dan Arek TV yang juga di bawah kendali Bakrie Group. Adapun Khoirul Huda jadi guru di MAN Sidoarjo dan dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

“Kami cemas apa yang terjadi di Surabaya, yakni rendahnya tingkat partisipasi. Hal itu juga terjadi di Sidoarjo,” ujar Hadi Ismanto, Ketua LPPM Umsida. “Kami tidak ingin situasi ini akan dimanfaatkan oleh para petualang politik dan broker untuk memainkan demokrasi dengan jurus politik uang.” 

Korban Lumpur Lapindo Terpaksa Golput
Ratusan korban lumpur Lapindo dikhawatirkan kehilangan hak suara dalam pemilihan Bupati Sidoarjo, Minggu (25/7/2010). Sebagian karena tidak masuk dalam daftar pemilih tetap dan sebagian lagi tidak datang ke TPS.

Koordinator bekas warga Desa Reno Kenongo, Pitanto mengatakan, sebagian tidak tercatat karena tidak tinggal di Perum Reno Joyo, Desa Kedung Solo. Perumahan itu merupakan relokasi utama warga Desa Reno Kenongo. "Mereka masuk daftar pemilih sementara Desa Kenongo. Tetapi, tidak masuk DPT petugas ragu akan dicatatkan di mana," ujarnya.

Jika dicatatkan ke Reno Joyo, dikhawatirkan tercatat dua kali. Bisa jadi mereka sudah tercatat di tempat lain. Petugas pendaftaran pemilih memang akhirnya tidak mencatat mereka. Akibatnya, ratusan warga bekas Desa Reno Kenongo terpaksa mendaftar di Reno Joyo.

"Mereka membawa foto kopi Kartu keluarga Desa Reno Kenongo. Lalu didaftar sebagai pemilih di TPS 07 atau 08 yang ada di Reno Joyo," ungkap Pitanto seperti dilansir situs Kompas.

Namun, KPPS 07 dan 08 tidak berani segera memberikan surat suara pada mereka. KPPS khawatir kekurangan surat suara. Hingga pukul 12.00, belum satu pun warga yang baru mendaftar bisa masuk ke TPS. Sementara di TPS 07 Desa Kedung Solo, mayoritas pemilih dalam DPT berkemungkinan besar golput. Hingga pukul 12.00, baru 200 dari 477 pemilih di TPS 07 Desa Reno Kenongo yang menggunakan hak pilihnya. Padahal, TPS akan ditutup pada pukul 13.00. (*/kcm/jpc)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: