
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak segan-segan menindak perusahaan-perusahaan yang seenaknya sendiri menaikkan harga produksi. Inspeksi mendadak (sidak) pun akan dilakukan SBY untuk antisipasi kenaikan harga pasca-kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
"Saya tidak segan-segan memberi peringatan bagi mereka yang tidak punya hati, menaikkan harga produksi dengan harga di luar kepatutan," kata SBY saat membuka rapat terbatas yang membahas masalah fiskal dan APBN di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/7/2010). "Saya akan meninjau langsung nanti, sebuah perusahaan industri," imbuh SBY.
SBY menjelaskan, kebijakan untuk menaikkan TDL adalah kebijakan yang tidak mudah. Jika tidak dinaikkan, akan mengancam APBN dan mengancam perekonomian Indonesia. "Pilihan untuk menaikkan tarif dasar listrik adalah tidak mudah, ini keputusan yang pahit yang diambil oleh pemerintah," papar SBY.
Namun, lanjut SBY, kenaikan TDL yang diputuskan oleh pemerintah tidak terlalu tinggi dan sudah dihitung sesuai dengan cost produksi. Sehingga, SBY meminta agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. "Mari kita pastikan tidak ada penyimpangan-penyimpangan," pinta SBY.
Dalam, kesempatan ini SBY kembali mengingatkan agar APBN dan APBD yang telah dikucurkan benar-benar tepat sasaran dan optimal. Karena itu penting untuk makin menguatkan perekonomian nasional. "Jangan dilihat APBN sebagai kegiatan bagi-bagi anggaran," kilah SBY. (*/dtc/red)


