Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Koalisi SBY Seperti Rumah Kardus
lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]
Kamis, 15/07/2010 | 17:43 WIB
Koalisi SBY Seperti Rumah Kardus

Koalisi SBY Seperti Rumah Kardus

Sikap partai Golkar yang langsung mengusulkan reshuffle kabinet begitu mengetahui rapor merah beberapa menteri mengisyaratkan kerapuan dan persaingan terbuka di antara partai koalisi yang kini mengelilingi Susilo Bambang Yudhiyono. Persaingan terbuka tersebut bisa jadi akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan SBY nanti. Diperkirakan, persaingan tersebut juga akan berlangsung sampai 2014 bila tidak diakomodir dengan baik oleh presiden.

"Tuntutan Golkar untuk reshuffle kabinet ini menunjukkan Setgab (Sekretariat Gabungan) seperti rumah kardus yang diterpa angin. Sesama mitra saling sikut menyikut," kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi.

Kerapuhan Setgab koalisi sudah dinilai oleh berbagai kalangan dari awal. Sejak dibentuknya Setgab, publik menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam kabinet yang dibangun oleh SBY. Politisi Gerindra Desmon Mahesa misalnya menilai penunjukan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai Ketua Harian setgab koalisi tiada lain untuk kembali memperkuat lagi koalisi yang sebelumnya sudah terlihat rapuh.

Persaingan terbuka yang saat ini terjadi di koalisi antara Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Maklum, di dalam kebinet SBY ini, PKS mendapatkan pos menteri yang lebih banyak dari Golkar. Sementara itu, dalam perakteknya PKS kerapkali menjadi “anak nakal” bagi SBY. Oleh sebab itu, Golkar nampaknya kini diam-diam mendesak SBY untuk mengganti sebagian pos menteri PKS untuk Golkar.

Sementara itu, pengamat politik Freedom Foundation menilai koalisi yang dibangun SBY memang pragmatis semata. Keinginan untuk mendukung SBY dan masuk dalam barisan koalisi hanyalah cara untuk bisa mendudukkan kadernya di kursi menteri. Selain itu, nampaknya tidak ada nilai lain.

“Partai-partai yang tergabung dalam setgab koalisi memang sepertinya partai-partai yang pragmatis semata. Tidak ada nilai ideologi yang diperjuangkan. Tidak ada kesamaan ideologi yang dibangun antara partai koalisi. Mereka masuk koalisi hanya mengincar kursi menteri,” ujar pengamat politik Freedom Foundation Sukardi Hasan, Kamis (15/7/2010).

Kesamaa ideologi dan nilai nampaknya malah terdapat pada partai-partai oposisi seperti PDIP dan Gerindra. Menurutnya, mereka sama-sama beroposisi kepada pemerintah bukan karena pembagian kue, tetapi lebih menemukan adanya titik kesamaan cara pandang dan nilai bersama.

Sebab itu, bila SBY tidak pintar mengelola koalisi ini, tidak mustahil nanti malah koalisi ini akan berbalik arah menyerang. Karena seperti yang tadi diungkapkan, koalisi yang dibangun oleh SBY selama ini tidak lebih hanya koalisi pragmatis yang seperti rumah kardus. (Boy M)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: