
Tim China Diwakili Vuvuzela dalam Perhelatan Akbar Piala Dunia
OLEH: ARIEF TURATNO
Tim China boleh saja tidak lolos dalam perhelatan akbar Piala Dunia (World Cup) di Afrika Selatan (Afsel) kali ini. Namun bukan berarti Cina tidak berandil besar dalam World Cup ini. Coba tanyakan kepada kerabat Anda, siapakah yang buat Vuvuzela, terompet khas Afrika yang suaranya mendengung seperti lebah? Vuvuzela yang sekarang dipakai para supporter sepakbola sesungguhnya buatan Cina.
Memang Vuvuzela asli buatan Afrika. Namun itu yang terbuat dari gading gajah. Setelah gading gajah dilindungi, dan perburuannya dilarang, pemerintah Afsel memesan perusahaan Cina untuk memasok Vuvuzela. Dan ternyata terompet khas Afrika buatan Cina itu memiliki kualitas yang lumayan. Hanya beda sedikit dibanding buatan asli Afrika yang bahan bakunya dari gading gajah.
Barangkali inilah yang membanggakan bagi rakyat Cina. Tim sepakbola mereka memang kandas di dalam babak kualifikasi menuju Piala Dunia zone Asia. Namun kesempatan untuk unjuk kebolehan Cina di Afsel masih terbuka lebar. Diantaranya ya, tadi dengan mengirim (mengekspor) terompet. Selain terompet, di pasar souvenir, dan barang-barang elektronik maupun pernak-pernik Piala Dunia, Cina menyumbang cukup banyak.
Karena seperti dikemukakan penduduk Afsel sendiri, Mereka banyak bergantung sekali kepada produk Cina. Selain harganya relative murah dibanding produk Eropa dan Amerika. Produk Cina rata-rata dibuat dengan design yang sangat disuka warga setempat. Karena kemenangan design, dan juga harga yang murah, sehingga barang-barang mereka membanjiri pasar-pasar Afsel.
Maka bagi para supporter sepakbola yang berasal dari berbagai negara dan berniat membeli produk asli Afsel pasti akan kecewa. Sebab barang-barang yang mereka beli kebanyakan dari Cina, dan negara lain yang bukan berasal dari Afsel. Selain Cina ada beberapa negara yang menjalin hubungan dagang dengan Afsel, seperti Taiwan, Korea, Thailand, termasuk Indonesia.
Di Afsel memang ada beberapa perusahaan elektronik yang cukup besar, terutama investasi dari Jerman dan Belanda. Namun, sayangnya produk mereka masih terlalu mahal dibanding produk serupa buatan Cina. Lihat saja televisi buatan pabrikan Jerman yang ada di Afsel, harganya hampir dua setengah kali lipat harga tivi buatan Cina. Sama halnya tivi buatan pabrikan Belanda yang ada di Afsel. Rata-rata harganya jauh lebih tinggi.
Jadi, inilah yang dikatakan wartawan Cina di Afsel. Tim mereka boleh saja tidak berlaga di Afsel, Namun, tanpa Cina perhelatan akbar Piala Dunia itu tidak akan ramai. Sebab tidak akan ada Vuvuzela, tidak akan ada sopuvenir-souvenir yang berharga murah, dan tentu saja tidak akan ada masakan Cina yang lezat dan nikmat, serta cocok untuk siapa pun. (*)


