Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
"Muhammadiyah Tegaskan 'Oposisi' Pemerintah"
lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 06/07/2010 | 15:14 WIB
"Muhammadiyah Tegaskan 'Oposisi' Pemerintah"

Jakarta - Muktamar 46 Muhammadiyah telah memilih 13 formatur Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Din Syamsuddin, menjadi pengumpul suara terbanyak dengan perolehan 1.915 suara. Bagaimana perolehan suara terbanyak Din Syamsudin tersebut dalam hubungannya dengan percaturan politik nasional terutama hubungan Muhammadiyah vis a vis pemerintah?

Politisi PPP Romahurmudzy menilai terpilihnya kembali Din Syamsuddin merupakan pertanda warga Muhamadiyah tetap konsisten menjaga jarak dari kepentingan partai politik dan hegemoni kekuasaan. Karena seperti diketahui, dalam kiprahnya sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, Din acapkali mengkritik kebijakan SBY terutama soal Century. Dalam pemilu 2009 lalu, Din juga dikabarkan mendukung JK dari pada SBY-Boediono.

“Terpilihanya Din merupakan pertanda bahwa warga Muhammadiyah nampaknya tetap konsisten menjaga jarak dengan kepentingan partai politik dan hegemoni kekuasaan. Saya optimis Muhamadiyah di bawah Din dapat berkiprah sebagai penjaga kekuatan politik moral dan penjaga akhlak bangsa," ujar politisi PPP yang biasa akrab dipanggil Romy ini, Selasa (6/7/2010).

Senada dengan Romy, panitia Muktamar 46 Muhammadiyah dan juga Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Hendra Darmawan menilai bahwa Din Syamsudin memang sosok yang kuat untuk terpilih kembali sebagai Ketua Umum Muhammadiyah periode mendatang. Ia menilai Din adalah sosok yang multi talented leader.

“Suara terbanyak yang diperoleh Din saat pemilihan 13 formatur Pimpinan Pusat Muhammadiyah mencerminkan bahwa warga Muhammadiyah mendukung apa yang telah dilakukan oleh Din selama kepemimpinannya, termasuk bersikap kritis terhadap pemerintah dan menjaga jarak terhadap hegemoni kekuasaan,” ujarnya kepada Jakartapress.com.

Din Syamsudin memang selangkah lagi untuk terpilih kembali sebagai Ketua Umum Muhammadiyah. Karena jika merujuk konvensi tak tertulis di Muhammadiyah, bagi siapa saja yang memperoleh suara terbanyak, maka secara otomatis menjadi ketua umum PP Muhammadiyah. Konvensi ini telah berlaku sejak era AR Fakhruddin hingga Muktamar 45 Muhammadiyah di Malang, Jawa Timur pada 2005. Hasil penghitungan suara PP Muhammadiyah yang memilih 13 pimpinan pusat sendiri akan diplenokan pada Rabu (7/7) besok.(boy)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: