
Jakarta - Setelah usai melakukan tugasnya sebagai Wakil Ketua Pansus skandal Century DPR RI, kini Gayus Lumbuun (Fraksi PDIP) gantian digoyang oleh sejumlah anggota DPR, yakni Chairuman Cs yang mendesak Gayus mundur dari jabatan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR.
Namun, Gayus mengungkapkan mengapa sejumlah anggota BK DPR itu mengajukan mosi tidak percaya terhadap dirinya kepada Ketua DPR Marzuki Alie dari Partai Demokrat. Anak buah Megawati ini pun balik menganggap ada unsur 'balas dendam' dari salah satu rekannya anggota DPR itu terhadap dirinya saat menjadi pimpinan Pansus.
Gayus menilai, apa yang dilakukan Wakil Ketua BK DPR Chairuman Harahap selaku penggerak diajukannya mosi tidak percaya maupun anggota BK Nudirman Munir tersebut adalah kekanak-kanakan, sehingga tak perlu ditanggapi. “Tapi pers dan masyarakat bertanya-tanya, jadi saya akan menyampaikan tanggapan,” kata Gayus di gedung DPR, Senayan, Rabu (10/3).
Menurut Gayus, ada tiga alasan mengapa mereka itu mengajukan mosi tidka percaya terhadap dirinya. “Pertama, dia meminta saya memeriksa anggota DPR, (yang mana permintaan itu) tidak sesuai Tatib dan UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD). BK bukan jaksa, tidak bisa. Ada dua pintu BK bisa memeriksa, pertama, aduan masyarakat, kedua ada permintaan tertulis dari Pimpinan DPR kepada BK,” jelas anggota Fraksi PDIP ini.
Selain itu, lanjut Gayus, dirinya diminta memeriksa anggota Pansus yang berkata jorok atau tidak senonoh. “Saya jelaskan anggota tersebut sudah mencabut kata-katanya dan sudah saling memaafkan. Sudah selesai dalam pleno terbuka Pansus. Lagipula, tidak ada permintaan tertulis dari pimpinan DPR, tidak ada aduan masyarakat,” terang Ketua BK DPR ini.
Alasan kedua, menurut Gayus, dirinya selaku pimpinan Pansus Century saat itu sempat melarang Chairuman Harahap mengikuti sidang Pansus Century, meski ada anggota Pansus (dari Fraksi Partai Golkar) yang berkurang. “Saya sangat selektif dalam Pansus, dia harus memiliki surat kalau ada pergantian anggota Pansus, dari pimpinan,” tegas Gayus.
Ketika itu, Chairuman pernah ikut rapat dan Gayus pun menanyakan surat pergantian. "Dia cuma bawa surat dari fraksi, meskipun tidak memenuhi syarat saya izinkan karena kalau ada surat fraksi berarti sudah sah,” beber Gayus.
Alasan ketiga, lanjutnya, Chairuman pernah memasukkan meja ke dalam ruang pimpinan BK yang seharusnya hanya ditempati Gayus. “Ini kan sempit. TV ini dia keluarkan, katanya kolektif kolegial jadi dia ingin sama-sama di sini. Saya katakan sejak dulu ruangan pimpinan itu di sini, wakil ketua di ruangan lain. Jadi saya suruh keluarkan lagi,” ungkap Gayus.
“Jadi, hanya tiga hal itu penyebabnya, nggak lebih. Makanya saya katakan kekanak-kanakan ini. Apakah salah saya? Saya patuh aturan dan tata tertib DPR RI,” tandas Gayus. (*/ozc)



