Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Susno Dielu-elukan Jadi Pimpinan KPK
lokasi: Home / Berita / Tokoh / [sumber: Jakartapress.com]
Rabu, 10/03/2010 | 17:40 WIB
Susno Dielu-elukan Jadi Pimpinan KPK

MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji kembali menggelar acara bedah buku 'Bukan Testimoni Susno'. Sejumlah pujian mengalir padanya. Bahkan ada yang memintanya menjadi pimpinan KPK. Wah!

Acara bedah buku digelar di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2010). Sejumlah pengunjung yang hadir berasal dari aktivis Petisi 28 dan sejumlah LSM lainnya. Hadir juga pengacara Eggy Sudjana, mantan Jubir Gus Dur Adhie Massardi dan beberapa tokoh lainnya.

"Susno cocok jadi Ketua KPK. Hidup Susno!" kata salah seorang pengunjung. Saat dielu-elukan seperti itu, Susno tampak sumringah. Ia melambai-lambaikan tangan ke seluruh pengunjung.

Namun, saat ditanya apakah siap jadi pimpinan KPK, pria yang mempopulerkan istilah 'Cicak-Buaya' ini mengaku tidak mau. Sebaliknya, dia malah mendukung mantan pengacara Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, Bambang Widjojanto untuk menggantikan Tumpak.

"Kan ada Bambang, saya dukung Bambang, dia cukup pintar. Saya tahu dirilah awak ini apa pula," ujar Susno sembari tersenyum.

Bongkar Borok Polri
Susno Duadji kembali membongkar borok di Mabes Polri. Sebelum ia lengser sebagai Kabareskrim, ada kasus dugaan korupsi perpajakan yang sempat 'diatur' oleh anak buahnya. Nilainya cukup tinggi, yakni Rp 25 miliar.

"Kalau nggak salah Rp 25 (miliar) apa Rp 17 (miliar),  jelas itu besar sekali Rp 25 miliar," kata Susno usai acara bedah buku "Bukan Testimoni Susno' di Galeri Cafe.

Menurut Susno, ia tidak setuju kasus tersebut diatur. Terlebih jumlah uang yang menjadi barang buktinya dikurangi. "Saya  mau diungkap itu korupsinya, karena itu korupsi bidang perpajakan. Kenapa saya bilang begitu karena  saya dengar kasus itu sudah diatur, marah besar saya kenapa barang buktinya jadi Rp 400 juta," jelasnya.

Lebih jauh Susno mengungkapkan, pada akhir 2009, dirinya sudah mendengar adanya kabar 'permainan' di kasus ini. Setelah diklarifikasi pada penyidiknya, jawaban yang diperoleh Susno berbelit-belit.

Namun, jenderal bintang tiga ini enggan menjelaskan lebih jauh siapa saja yang terlibat dan apa perusahaan pajak yang dimaksud. Namun, ia memastikan ada anak buahnya di kalangan penyidik yang terlibat dan seorang petugas pajak berpangkat rendah.

"Ada pegawai pajak pangkat rendah duitnya Rp 25 M. Itu harus ditindaklanjuti lagi, itu duit harus ditelusuri lagi pasti ada kaitannya dengan korupsi," jelas perwira tinggi Polri nonaktif ini.

Lalu bagaimana dengan penyidik di Polri yang dimaksud? "Dia masih bertugas, naik pangkat malah. Jadi bintang," jawab Susno. (*/dtc/jpc)

konser rama widi
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: