Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Isu Teroris untuk Alihkan Kasus Bentrokan HMI-Polisi?
lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]
Rabu, 10/03/2010 | 17:14 WIB

Isu Teroris Untuk Mengalihkan Kasus Bentrokan HMI-Polisi?
OLEH: ARIEF TURATNO

SEBELUM isu penggerebekan teroris di Kabupaten Aceh Besar, NAD, semua media baik cetak maupun elektronik semuanya memberitakan soal bentrokan antara polisi versus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dimana seperti ketahui bentrokan itu terjadi atau diawali penyerbuan oknum polisi ke markas HMI di Makassar. Ekses dari penyerbuan tersebut, semua anggota HMI di seluruh kampus di Indonesia bergerak, mendemo polisi. Dan demo tersebut memang sempat membuat kewalahan polisi. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah isu teroris yang dimunculkan sekarang ini merupakan upaya mengalihkan isu tadi?

Sebagaimana kita lihat, selain isu bentrokan polisi versus HMI yang berawal dari aksi mahasiswa yang mendukung agar kasus bail out Bank Century dilanjutkan ke ranah hukum. Ada isu yang sebenarnya juga sensitif berkaitan dengan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama ke Jakarta (Indonesia). Isu sensitif tersebut adalah adanya rencana demo dari sejumlah organisasi Islam yang menentang kunjungan Presiden AS itu ke Jakarta. Bahkan kabarnya karena isu rencana demo tersebut, rencana kunjungan nostalgia Obama ke Yogyakarta kabarnya dibatalkan dan dialihkan dengan kunjungan ke Bali.

Kedua isu tersebut jelas sangat tidak menguntungkan bagi kunjungan Obama ke sini. Barangkali untuk menutup media dari kedua isu itu, maka perlu dimunculkan isu peka lainnya yang tidak terlalu jauh dari isu utama. Dan isu penggerebekan teroris ternyata cukup efektif, karena semua media, baik cetak maupun elektronik, ramai-ramai mengalihkan perhatiannya ke arah itu. Dan isu tersebut semakin kenceng, setelah diberi bumbu penyedap yang lumayan enak. Yakni dengan berhasilnya Densus 88 menembak mati gembong teroris yang paling dicari, Dulmatin asal Pemalang, Jawa Tengah. Meskipun banyak pihak yang meragukan kebenaran informasi tersebut. Namun, sejak kemarin media nampaknya tidak peduli lagi benar tidaknya yang tewas itu Dulmatin atau bukan. Meski akhirnya, Rabu (10/3) siang ini, Kapolri telah memastikan bahwa yang tewas tersebut adalah Dulmatin dan bahkan langsung diumumkan oleh Presiden SBY di depan parlemen Australia. Hanya saja, hingga kini belum ada bantahan ataupun pembenaran dari pihak keluarga Dulmatin di pemalang.

Sebagaimana sering ditulis di rubrik ini, cara mengalihkan isu semacam di atas tadi sama artinya dengan memendam persoalan. Semakin banyak kita memendam persoalan, maka suatu ketika bakal muncul gunung persoalan. Yang kasihan tentu pemerintahan berikutnya. Karena siapa pun yang akan bekuasa dan memegang pemerintahan di Indonesia bakal ditinggali warisan masalah yang nyaris tidak pernah habis. Dan berkali-kali pula kita menghimbau, agar kebiasaan yang kurang baik ini untuk tidak diulang. Kenyataannya, pengulangan terus terjadi dan terus terjadi. Entah sampai kapan para pemimpin kita sadar dan menyadari kesalahannya. Mungkin hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang Tahu. (*)

konser rama widi
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: