Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
"SBY Lebih Layani Kepentingan Luar Negeri"
lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]
Rabu, 10/03/2010 | 15:58 WIB
"SBY Lebih Layani Kepentingan Luar Negeri"

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Effendi Choirie menyesalkan sikap Presiden SBY yang lebih dulu mengungkapkan identitas Dulmaltin ke parlemen Australia sebelum rakyatnya di dalam negeri, yang merasakan langsung dampak terorisme, mengetahui kepastian tersebut.

"Itulah memang SBY. Ini menandakan SBY lebih mementingkan internasional ketimbang dalam negeri. Lebih melayani kepentingan internasional ketimbang melayani rakyat Indonesia sendiri," kritik Effendi Choirie, Rabu (10/3/2009).

Anggota Komisi bidang Luar Negeri DPR dan Pertahanan ini menuturkan, seharusnya informasi penting itu diumumkan dulu di dalam negeri, baru setelahnya disampaikan ke luar negeri. "Memberi apa adanya secara terbuka kepada rakyat, baru disampaikan ke luar negeri. Dia kan presiden Indonesia, bukan presiden Australia," tandas politisi PKB ini.

Ia pun menilai, sikap SBY tersebut dilatarbelakangi kepentingan memperoleh dukungan internasional. Apalagi, katanya, upaya pengejaran dan pemberantasan terorisme di Indonesia juga selalu mendapat dukungan dari negeri Kangguru itu. "Dia menyampaikan itu ingin memperoleh credit point dan dukungan internasional," katanya.

Upaya Pencitraan SBY
Politisi PKS Nasir Djamil sudah menduga SBY akan mengumumkan kematian teroris di Pamulang dalam kunjungannya di Australia. Sebab, Australia adalah salah satu negara yang ikut mendanai pemberantasan terorisme di Indonesia. "Ini merupakan pencitraan SBY di mata internasional terkait dengan isu global tentang terorisme," analisis, Nasir di DPR, Senayan, Rabu (10/3/2010).

Saat mengumumkan kematian Dulmatin di depan ratusan anggota parlemen Australia di Canberra, SBY langsung mendapatkan standing appalause. Sementara, aparat berwenang di Indonesia belum ada satu pun yang memastikan kematian Dulmatin.

Nasir menyoroti penggerebekan teroris yang berdekatan dengan kedatangan  Presiden AS Barack Obama dan kunjungan Presiden SBY ke Australia. "Hal itu memberikan keyakinan kepada publik bahwa perburuan teroris di Aceh dan Pamulang ada korelasinya dengan rencana kedatangan Obama ke Indonesia dan kunjungan SBY ke Australia," katanya.

Seharusnya perburuan teroris untuk melindungi rakyat. "(Tapi) kalau hal ini benar, maka perburuan teroris di Indonesia cenderung politis dan didikte AS dan negara Barat lainnya," jelasnya.

Menurut anggota Dewan asal Aceh ini, jika perburuan teroris ini terus dipolitisasi guna mendapatkan pencitraan, maka terorisme akhirnya hanya menjadi permainan yang tak kunjung selesai. "Kasihan rakyat Indonesia, semoga argumentasi saya keliru," kata Nasir. Sementara itu, politisi PD Marzuki Alie mengapresiasi kinerja Polri. "Apa yang dilakukan Polri dan yang disampaikan Pak SBY, sepatutnya kita apresiasi setinggi-tingginya," katanya.

PM Australia Ucapkan Selamat pada SBY
PM Kevin Rudd memberi ucapan selamat pada Presiden SBY menyusul kematian Dulmatin dalam penggerebekan di Pamulang. Namun prestasi itu tidak otomatis dibarengi dengan pencabutan travel warning ke Indonesia.

"Saya sampaikan selamat kepada pemerintah RI yang telah sukses melakukan operasi penangkapan teroris," kata Rudd dalam jumpa pers bersama Presiden SBY di gedung parlemen Australia di Canberra, Rabu (10/3/2010).

"Kami tahu ini adalah pekerjaan yang berbahaya dan tidak mudah. Ke depan, mari kita terus membangun kerjasama yang signifikan dalam menangani teroris di masa datang," imbuh Rudd.

Bagaimana dengan travel warning Deplu Australia terhadap Indonesia yang dirilis karena melihat potensi ancaman terorisme? "Soal itu ditentukan bukan hanya oleh pemerintah Australia, tapi juga dikaji oleh tim independen," ujar Rudd menjawab pertanyaan pers.

SBY Dapat Pujian Australia
Presiden SBY mengumumkan kematian Dulmatin di depan parlemen Australia di Canberra. Spontan semua hadirin berdiri sembari bertepuk tangan (standing applause) alias pujian. "Sebelum saya mengakhiri pidato saya, saya sampaikan, saya dapat berita dari Tanah Air. Setelah Indonesia melumpuhkan 2 teroris, Noordin M Top dan Azahari, alhamdulillah Indonesia telah melumpuhkan teroris yang menjadi buronan di Asia Tenggara, Dulmatin," ujar SBY, Rabu (10/3/2010) di depan parlemen Australia.

"Oleh karena itu demi keselamatan manusia sedunia, mari bekerja sama secara global untuk menyelamatkan manusia di dunia ini dari terorisme," papar SBY dengan wajah berseri-seri.

Dulmatin adalah pria kelahiran Pemalang, Jateng. Dia pernah menuntut ilmu ke Malaysia, lalu pulang ke daerahnya untuk menikah. Setelah itu dia dikabarkan menghilang setelah bom Bali 2002. Diduga dia bersembunyi di Filipina.

Presiden SBY mengumumkan bahwa aparat Indonesia telah melumpuhkan Dulmatin. "Alhamdulillah Indonesia telah melumpuhkan teroris yang menjadi buronan di Asia Tenggara, Dulmatin," kata SBY saat berpidato di depan parlemen Australia di Canberra, Rabu (10/3/2010) seperti dikutip detik.com.(*/dtc/jpc)

konser rama widi
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: