
Jakarta - Dalam 1 bulan pertama di 2010, jumlah utang pemerintah bertambah Rp 27,58 triliun, dari Rp 1.590,66 triliun di akhir 2009 menjadi Rp 1.618,24 triliun di akhir Januari 2010.
Dalam denominasi dolar AS jumlah utang pemerintah sampai akhir Januari 2010 mencapai US$ 172,8 miliar, naik dibandingkan posisi akhir 2009 yang besarnya US$ 169,22 miliar.
Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 65,36 miliar dan surat berharga US$ 107,44 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 5.981,37 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga Januari 2010 mencapai 27%.
Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu yang didapat, Rabu (10/3/2010).
Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat sampai Januari 2010 adalah:
Bilateral : US$ 40,55 miliar
Multilateral: US$ 21,43 miliar
Komersial : US$ 3,31 miliar
Supplier : US$ 60 juta.
Secara jumlah utang Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.
Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:
Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
Tahun 2003: Rp 1.232,04 triliun (61%)
Tahun 2004: Rp 1.299,50 triliun (57%)
Tahun 2005: Rp 1.313,29 triliun (47%)
Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
Januari 2010: Rp 1.618,24 triliun (27%). (*/dtc/int)



