Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Siap Jadi Rais Am, Kiai Sahal Ajukan Syarat
lokasi: Home / Berita / Tokoh / [sumber: Jakartapress.com]
Minggu, 07/03/2010 | 18:09 WIB
Siap Jadi Rais Am, Kiai Sahal Ajukan Syarat

SETELAH didesak Syuriah NU se-Indonesia untuk bersedia menjadi Rais Aam PBNU, KH Sahal Mahfudz akhirnya bersedia. Namun dia mengajukan syarat warga NU konsisten menjaga NU (Nahdlatul Ulama) pada khittahnya.

"Kami siap mengemban amanah, dengan catatan warga NU harus konsisten menjaga khittah," kata Kiai Sahal menutup pertemuan syuriah dan kiai di Ponpes Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Jateng, Minggu (7/3).

Kiai Sahal yang juga pengasuh Ponpes Maslakul Huda tidak menjelaskan lebih jauh soal kesiapan bersyaratnya. Barangkali, dia menilai para peserta sudah menangkap maksudnya yaitu, jangan sampai 5 tahun lagi NU ditarik lagi ke ranah politik oleh ketua dewan tanfidziyah.

Usai acara, kiai yang dikenal berjarak dengan politik praktis itu, langsung diantar ke dalam rumah. Dia didampingi anggota Banser dan sejumlah kiai.

Sementara, Katib Syuriah PBNU, KH Malik Madani mengakui pernyataan Kiai Sahal sudah sangat jelas. "Sudah jelas kan? Beliau bersedia sesuai permintaan kami," katanya.

Acara berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah kiai yang hadir diantaranya, KH Ma'ruf Amin (PBNU), KH Masruri Mughni (PWNU Jateng), KH Moeslim Imampuro (Klaten), dan kiai dari luar Jawa. Selain itu hadir pula para calon Rois Am lainnya, seperti KH Mustafa Bisri, Habib Luthfi Pekalongan.

Sebelumnya diberitakan, Syuriah NU (secaman dewan Syuro) se-Indonesia menilai selama ini, Rais Am PBNU KH M.A Sahal mampu menjadi penengah dari tarikan politik praktis yang dilakukan oleh Dewan Tanfidziyah. Mereka minta Kiai Sahal bersedia kembali menjadi Rais Am PBNU.

Untuk diketahui, menjelang muktamar NU di Makasaar 22-27 Maret mendatang, posisi strategis di NU sudah mulai ramai dibicarakan. Bebarapa calon ketua Tanfidziyah yang sudah deklarasi siap maju antara lain, Solahudin Wahid, Said Aqil Siradj, Slamet Effendi Yusuf, Ahmad Bagdja dan Masdar Farid Mas'udi.

Sementara untuk posisi Syuriah, nama seperti KH Sahal Mahfudz, KH Hasyim Muzadi, KH Mustafa Bisri, KH Maemun Zubair dan Habib Luthfi Pekalongan tambak cukup ramai dibicarakan layak menjadi Rois Am.

Didaulat Syuriah NU se-Indonesia
Syuriah NU (secaman dewan Syuro) se-Indonesia menilai selama ini, Rais Am PBNU KH M.A Sahal mampu menjadi penengah dari tarikan politik praktis yang dilakukan oleh Dewan Tanfidziyah. Mereka minta Kiai Sahal bersedia kembali menjadi Rais Am PBNU.

Aspirasi itu tampak dalam pertemuan syuriah NU di Ponpes Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Jateng, Minggu (7/3). Ratusan syuriah dan pengurus NU hadir dalam acara itu.

Ketika diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya dalam muktamar 22 Maret mendatang, Ketua Syuriah NU Sumatera Barat, mengatakan, Mbah Sahal, panggilan akrab KH M.A Sahal Mahfud, adalah sosok yang paling tepat menduduki posisi Rais Am. Selain kapasitas keilmuannya, pertimbangan lainnya adalah konsistensi menjaga NU sesuai khittah 1926. "Beliau telah teruji, belum pernah terlibat politik praktis," katanya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan perwakilan syuriah Kalimantan Selatan. Dalam surat yang ditandatangani KH Hamdan Khalid, NU Kalsel meminta Mbah Sahal bersedia kembali menjadi Rais Am. "Rais Am harus alim. Jika (Mbah Sahal) tidak bersedia, mohon dicarikan alternatif," katanya.

Acara silaturahim itu dihadiri ratusan nahdliyin dari syuriah PWNU luar Jawa dan syuriah PCNU se-Jawa itu. Hingga pukul 11.30 WIB, penyampaian aspirasi dan dialog masih berlangsung. (*/dtc/din)

konser rama widi
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: