
SEPERTI diprediksi, anggota Fraksi PKB akan solid mengikuti pilihan Fraksi Partai Demokrat soal voting. Dalam voting soal pemunculan opsi AC, anggota Fraksi PKB mayoritas memilih opsi memunculkan AC. Jumlahnya mencapai 26 dari 28 anggota. Hanya satu yang memilih berbeda yaitu Lily Wahid memilih opsi A dan C dan satu orang absen.
Kontan saja, Lily langsung mendapatkan dukungan dan ucapan selamat dari berbagai fraksi yang menolak memunculkan opsi AC. Lily bahkan mendapatkan ciuman selamat dari politisi PDIP Budiman Sudjatmiko selain ucapan selamat dari Akbar Faizal Cs.
Keberanian politisi PKB Lily Wahid untuk berbeda dengan sikap partainya dalam voting pemunculan opsi AC menuai sanksi. Lily akan dikenai sanksi berupa peringatan pertama sebelum tindakan tegas.
"Kita menyesalkan sikap dia yang tidak kompak dengan keputusan partai dan fraksi. Partai akan memberikan peringatan pertama," kata wakil ketua FPKB Bahrudin Nasori kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Rabu (3/3) lama.
Menurut bendahara DPP PKB ini, partainya akan membahas soal sikap Lily yang dinilai tidak bisa dikendalikan. Sebab, PKB memiliki pilihan yang sudah didasarkan pada data dan fakta. "Kalau jadi anggota DPD, tidak masalh tidak bisa dikoordianasi. Tetapi kalau jadi anggota partai yang harus ikut," katanya.
Saat ditanya bagaimana jika dalam voting yang menentukan nanti tetap memilih berbeda, Bahrudin menjawab tegas, "Pokoknya kita beri peringatan. Kalau sudah satu, ya dua," ancamnya.
Kalau takut pilih C, nanti saya diketawain cucu
Meski secara resmi F PKB memilih opsi A dari draf rekomendasi Pansus Century, tetapi bila ada voting Lily Wahid akan memilih C . Dia nekat mengambil risiko terkena PAW dari DPR daripada ditertawai oleh cucunya. "Kalau takut pilih C, nanti saya diketawain cucu," ujar Lily di sela skorsing rapat paripurna DPR, Rabu (3/3).
Berikut petikan wawancara dengan adik Alm Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang Desember lalu dipecat dari Dewan Syuro PKB itu. Lily ditemui wartawan ketika sedang berbincang dengan Maruarar Sirait, anggota Pansus Century dari F PDIP.
Fraksi sudah pilih opsi A, secara pribadi Ibu bagaimana?
Kalau voting saya pilih C-lah. Bila nanti kena PAW (pergantian antar waktu), karena saya nggak berbuat salah maka akan mengambil tindakan hukum. Saya jadi anggota DPR memang karena PKB, tapi kan yang memilih konstituen.
Harapannya apa terhadap FPKB ini? "Ya bisa-bisalah akomodir arus bawah, kan sekarang PKB sudah ditinggal oleh sebagian kadernya. Muhaimin (Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar-red) mau apa sih kalau ditinggalin sama yang bawah? Kalau boleh jujur, lebih separoh anggota F PKB pilih C tapi nggak berani (bicara) karena takut PAW dan kehilangan posisi," jawabnya.
Ibu sendiri nggak takut kok mau memilih C? "Kalau takut pilih C, nanti saya diketawain cucu," jawab Lily Wahid pula.
Sikap Lily Wahid yang bertolak belakang dengan Fraksinya, PKB pimpinan Muhaminin, sebenarnya sudah kentara sejak awal sidang paripurna DPR. Lily Wahid meminta Ketua DPR Marzuki Alie dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR terkait sikapnya yang 'ororiter' saat memimpin rapat paripurna yang pertama. Lily menyatakan tindakan Marzuki harus diberi sanksi tegas.
"Ada yang menarik dari ucapan hakim konstitusi Pak Akil Mochtar sebaiknya Pak Marzuki di-BK-kan karena melanggar kode etik. Saya setuju karena apapun harus ada ketegasan," ujar Lily di Gedung DPR.
Menurut Lily, sikap Marzuki menutup sidang secara sepihak dipertanyakan banyak anggota DPR. "Dengan sikap Marzuki itukan jadi tidak mengerti ada apa? Justru itu menurut hakim itu Marzuki melanggar kedaulatan," ujar adik kandung Gus Dur ini.
Lily berharap Marzuki mengambil pelajaran atas sikapnya yang berbuntut kekisruhan di ruang sidang paripurna pembacaan hasil Pansus Century. Lily meminta jika Marzuki memimpin sidang lagi hari ini, maka Marzuki harus adil.
"Dia memang punya hak, tapi kita minta supaya dia tidak sepihak. Ada kedaulatan anggota bisa berbicara. Kalau belum ada kesepakatan jangan ditutup sperti itu," tandas Lily. (*/dtc/ita)



