Jakpress.com - Sumber informasi terpercaya

Jakpress.com - Sumber informasi terpercaya

Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:41 WIB

Awalnya Hanya Senjata Kejut, Ternyata Ada Amunisi Mematikan

Republika.co.id | Rabu, 11 Oktober 2017 - 05:31 WIB

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

REPUBLIKA.CO.ID



HomeNasionalPolitik
Awalnya Hanya Senjata Kejut, Ternyata Ada Amunisi Mematikan
Rabu, 11 Oktober 2017 | 04:40 WIB
dok. Puspen TNIKapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
7
SHARE


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisruh impor senjata Polri belum juga selesai. Pernyataan Kapuspen TNI tentang spesifikasi amunisi yang diimpor polisi, seolah menegasikan pernyataan Polri sebelumnya.



Pada 30 September, setelah beredarnya informasi senjata impor tertahan di bandara, polisi langsung menggelar konferensi pers. Polisi menekankan berulangkali bahwa senjata yang diimpor hanyalah senjata kejut, bukan untuk membunuh.

"Jadi ini bukan senjata antitank, senjata ini bukan untuk membunuh, ini untuk kejut," ujar Dankor Brimob Polri Irjen Murad Ismail di Mabes Polri saat itu.

Ia pun dengan gamblang menerangkan cara kerja senjata Stand Alone Grenade Launcher. Senjata tersebut memiliki peluru bulat dengan pelbagai jenis seperti peluru karet, peluru hampa, peluru gas, air mata, dan peluru asap.

"Kalau mendengar mendengar nama arsenal Stand Alone Grenade Launcher itu kesannya luar biasa. Padahal, cara kerjanya itu (ketika) kita menembak lurus 45 derajat jatuh setelah 45 meter, dan pelurunya itu bulat ada banyak, ada peluru karet ada peluru hampa dan ada peluru gas air mata dan peluru asap ada juga peluru yang menimbulkan ledakan namun kabut," kata Murad.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto mengakui amunisi pesanan Polri yang diperuntukkan Brimob berdampak mematikan. "Sesuai katalog ada 5.932 butir dalam 71 koli, itu disertai dengan katalog. Di situ sangat jelas dalam katalog itu bahwa amunisi itu adalah amunisi tajam, mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter," kata Wiryanto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Selasa (10/10).

Wuryanto memaparkan keistimewaan amunisi ini. Setelah meledak pertama, kemudian meledak kedua, efek amunisi dapat menimbulkan pecahan-pecahan, lubang-lubang kecil yang melukai maupun mematikan. Granat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. "Ini luar biasa. TNI saja tidak punya senjata seperti itu," lanjutnya.

Berita Lainnya

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) berbincang dengan Ketua DPD Oesman Sapta (kedua kiri), Jaksa Agung HM Prasetyo (kedua kanan) dan Ketua DPR setya Novanto sebelum mengikuti pelantikan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di I

Hukum 16 Oktober 2017 - 17:03 WIB

Kejaksaan Menolak Bergabung dengan Densus Antikorupsi Polri

Jakarta - Jaksa Agung M. Prasetyo menyatakan Kejaksaan tak perlu bergabung dengan Detasemen Khusus Antikorupsi yang akan dibentuk Polri. Alasannya, Kejaksaan selama…

tempo.co

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Nasional 16 Oktober 2017 - 16:53 WIB

Panglima TNI: Tutup celah korupsi di TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan tekadnya menutup celah korupsi di lingkungan TNI, sehingga tidak menimbulkan kerugian negara. "Peran pengawasan…

antaranews.com

Foto: Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land bersama dengan Panji Himawan Head of Corporate Communication Sinar Mas Land dan Janardanan Premraj Head of Batam Project Sinar Mas Land Batam sedang mengunjungi Nuvasa Bay.

Ekbis 16 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Nuvasa Bay, kota mandiri dengan view laut di Batam

Sinar Mas Land sebagai salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Asia Tenggara, secara resmi meluncurkan Nuvasa Bay dan klaster pertama The Nove…

Jakpress.com

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda

Olahraga 16 Oktober 2017 - 07:42 WIB

Dokter Ungkap Penyebab Kematian Kiper Persela Choirul Huda

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia di RSUD dr Soegiri pada Minggu 15 Oktober 2017. Nyawanya tak terselamatkan usai mengalami benturan saat bertanding…

viva.co.id

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4/2017) mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful

Nasional 16 Oktober 2017 - 07:24 WIB

Selamat Datang Pemimpin Baru Jakarta

Sebuah babak baru DKI Jakarta dimulai hari ini, Senin (16/10/2017). Warga Jakarta akan memiliki pemimpin baru yang siap melayani selama lima tahun ke depan. Sang…

kompas.com

Registrasi Prabayar, Bisnis Seluler Bisa Mati dan Bangkrut

Ekbis 16 Oktober 2017 - 07:02 WIB

Registrasi Prabayar, Bisnis Seluler Bisa Mati dan Bangkrut

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan aturan kewajiban registrasi ulang kartu SIM prabayar pelanggan baru dan lama dengan berbasis Nomor Induk…

viva.co.id

Warga Muslim Jerman salat di Masjid Merkez Buyuk Cami, Dortmund.

Luar Negeri 15 Oktober 2017 - 09:41 WIB

Menteri Jerman Usulkan Hari Libur untuk Muslim

Usulan untuk memberikan suatu hari libur bagi umat Muslim tengah mengemuka di Jerman. Ide tersebut awalnya diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas…

viva.co.id

Demo terhadap Freeport

Nasional 15 Oktober 2017 - 08:47 WIB

Freeport Kembali Kangkangi Pemerintah

Ketidakberdayaan pemerintah negeri ini, terlihat ketika negara kesulitan mengatur perusahaan besar multinasional asal AS (Freeport) untuk tunduk dengan aturan yang…

Republika.co.id